October 23, 2014, 04:19:40 AM

Author Topic: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)  (Read 18248 times)

dhukhun

  • Cybertroops Wannabe
  • ****
  • Posts: 1673
  • Jawara: -24
  • dirimu dirimu, diriku diriku
    • View Profile
    • http://indowarez.info
Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« on: July 11, 2011, 11:15:06 PM »
Spoiler for Hiden:
KabarIndonesia - Godog adalah suatu daerah pedesaan yang indah dan nyaman berjarak 10 km kearah timur dari kota Garut. Berada pada desa Lebakagung, kecamatan Karangpawitan, kabupaten Garut. Disana terdapat makam Prabu Kiansantang atau yang dikenal dengan sebutan Makam Godog Syeh Sunan Rohmat Suci.

Hampir setiap waktu banyak masyarakat yang ziarah, apalagi pada bulan-bulan Maulud. Prabu Kiansantang atau Syeh Sunan Rohmat Suci adalah salah seorang putra keturunan raja Pajajaran yang bernama prabu Siliwangi dari ibunya bernama Dewi Kumala Wangi. Mempunyai dua saudara yang bernama Dewi Rara Santang dan Walang Sungsang.

Prabu Kiansantang lahir tahun 1315 Masehi di Pajajaran yang sekarang Kota Bogor. Pada usia 22 tahun tepatnya tahun 1337 masehi Prabu Kiansantang diangkat menjadi dalem Bogor ke 2 yang saat itu bertepatan dengan upacara penyerahan tongkat pusaka kerajaan dan penobatan Prabu Munding Kawati, putra Sulung Prabu Susuk Tunggal, menjadi panglima besar Pajajaran. Guna mengenang peristiwa sakral penobatan dan penyerahan tongkat pusaka Pajajaran tersebut, maka ditulislah oleh Prabu Susuk Tunggal pada sebuah batu, yang dikenal sampai sekarang dengan nama Batu Tulis Bogor.

Peristiwa itu merupakan kejadian paling istimewa di lingkungan Keraton Pajajaran dan dapat diketahui oleh kita semua sebagai pewaris sejarah bangsa khususnya di Jawa Barat. Prabu Kiansantang merupakan sinatria yang gagah perkasa, tak ada yang bisa mengalahkan kegagahannya. Sejak kecil sampai dewasa yaitu usia 33 tahun, tepatnya tahun 1348 Masehi, Prabu Kiansantang belum tahu darahnya sendiri dalam arti belum ada yang menandingi kegagahannya dan kesaktiannya disejagat pulau Jawa.

Sering dia merenung seorang diri memikirkan, "dimana ada orang gagah dan sakti yang dapat menandingi kesaktian dirinya". Akhirnya Prabu Kiansantang memohon kepada ayahnya yaitu Prabu Siliwangi supaya mencarikan seorang lawan yang dapat menandinginya. Sang ayah memanggil para ahli nujum untuk menunjukkan siapa dan dimana ada orang gagah dan sakti yang dapat menandingi Prabu Kiansantang. Namun tak seorangpun yang mampu menunjukkannya.

Tiba-tiba datang seorang kakek yang memberitahu bahwa orang yang dapat menandingi kegagahan Prabu Kiansantang itu adalah Sayyidina Ali, yang tinggal jauh di Tanah Mekah. Sebetulnya pada waktu itu Sayyidina Ali telah wafat, namun kejadian ini dipertemukan secara goib dengan kekuasaan Alloh Yang Maha Kuasa.

Lalu orang tua itu berkata kepada Prabu Kiansantang: "Kalau memang anda mau bertemu dengan Sayyidina Ali harus melaksanakan dua syarat: Pertama, harus mujasmedi dulu di ujung kulon. Kedua, nama harus diganti menjadi Galantrang Setra (Galantrang - Berani, Setra - Bersih/ Suci). Setelah Prabu Kiansantang melaksanakan dua syarat tersebut, maka berangkatlah dia ke tanah Suci Mekah pada tahun 1348 Masehi.

Setiba di tanah Mekah beliau bertemu dengan seorang lelaki yang disebut Sayyidina Ali, namun Kiansantang tidak mengetahui bahwa laki-laki itu bernama Sayyidina Ali. Prabu Kiansantang yang namanya sudah berganti menjadi Galantrang Setra menanyakan kepada laki-laki itu: "Kenalkah dengan orang yang namanya Sayyidina Ali?" Laki-laki itu menjawab bahwa ia kenal, malah bisa mengantarkannya ke tempat Sayyidina Ali.

Sebelum berangkat laki-laki itu menancapkan dulu tongkatnya ke tanah, yang tak diketahui oleh Galantrang Setra. Setelah berjalan beberapa puluh meter, Sayyidina Ali berkata, "Wahai Galantrang Setra tongkatku ketinggalan di tempat tadi, coba tolong ambilkan dulu." Semula Galantrang Setra tidak mau, namun Sayyidina Ali mengatakan, "Kalau tidak mau ya tentu tidak akan bertemu dengan Sayyidina Ali."

Terpaksalah Galantrang Setra kembali ketempat bertemu, untuk mengambilkan tongkat. Setibanya di tempat tongkat tertancap, Galantrang Setra mencabut tongkat dengan sebelah tangan, dikira tongkat itu akan mudah lepas. Ternyata tongkat tidak bisa dicabut, malahan tidak sedikitpun berubah. Sekali lagi dia berusaha mencabutnya, tetapi tongkat itu tetap tidak berubah. Ketiga kalinya, Galantrang Setra mencabut tongkat dengan sekuat tenaga dengan disertai tenaga bathin. Tetapi dari pada kecabut, malahan kedua kaki Galantrang Setra amblas masuk ke dalam tanah, dan keluar pulalah darah dari seluruh tubuh Galantrang Setra.

Sayyidina Ali mengetahui kejadian itu, maka beliaupun datang. Setelah Sayyidina Ali tiba, tongkat itu langsung dicabut sambil mengucapkan Bismillah dan dua kalimat syahadat. Tongkatpun terangkat dan bersamaan dengan itu hilang pulalah darah dari tubuh Galantrang Setra. Galantrang Setra merasa heran kenapa darah yang keluar dari tubuh itu tiba-tiba menghilang dan kembali tubuhnya sehat.

Dalam hatinya ia bertanya. "Apakah kejadian itu karena kalimah yang diucapkan oleh orang tua itu tadi?. Kalaulah benar, kebetulan sekali, akan kuminta ilmu kalimah itu. Tetapi laki-laki itu tidak menjawab. Alasannya, karena Galantrang Setra belum masuk Islam. Kemudian mereka berdua berangkat menuju kota Mekah. Setelah tiba di kota Mekah, dijalan ada yang bertanya kepada laki-laki itu dengan sebutan Sayyidina Ali. "Kenapa anda Ali pulang terlambat?. Galantrang Setra kaget mendengar sebutan Ali tersebut.

Ternyata laki-laki yang baru dikenalnya tadi namanya Sayyidina Ali. Setelah Prabu Kiansantang meninggalkan kota Mekah untuk pulang ke Tanah Jawa (Pajajaran) dia terlunta-lunta tidak tahu arah tujuan, maka dia berpikir untuk kembali ke tanah Mekah lagi. Maka kembalilah Prabu Kiansantang dengan niatan akan menemui Sayyidina Ali dan bermaksud masuk agama Islam. Pada tahun 1348 Masehi Prabu Kiansantang masuk agama Islam, dia bermukim selama dua puluh hari sambil mempelajari ajaran agama Islam. Kemudian dia pulang ke tanah Jawa (Pajajaran) untuk menengok ayahnya Prabu Siliwangi dan saudara-saudaranya. Setibanya di Pajajaran dan bertemu dengan ayahnya, dia menceritakan pengalamannya selama bermukim di tanah Mekah serta pertemuannya dengan Sayyidina Ali. Pada akhir ceritanya dia memberitahukan dia telah masuk Islam dan berniat mengajak ayahnya untuk masuk agama Islam. Prabu Siliwangi kaget sewaktu mendengar cerita anaknya yang mengajak masuk agama Islam. Sang ayah tidak percaya, malahan ajakannya ditolak. Tahun 1355 Masehi Prabu Kiansantang berangkat kembali ke tanah Mekah, jabatan kedaleman untuk sementara diserahkan ke Galuh Pakuan yang pada waktu itu dalemnya dipegang oleh Prabu Anggalang. Prabu Kiansantang bermukim di tanah Mekah selama tujuh tahun dan mempelajari ajaran agama Islam secara khusu. Merasa sudah cukup menekuni ajaran agama Islam, kemudian beliau kembali ke Pajajaran tahun 1362 M. Beliau berniat menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa. Kembali ke Pajajaran, disertai oleh Saudagar Arab yang punya niat berniaga di Pajajaran sambil membantu Prabu Kiansantang menyebarkan agama Islam. Setibanya di Pajajaran, Prabu Kiansantang langsung menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat, karena ajaran Islam dalam fitrohnya membawa keselamatan dunia dan akhirat. Masyarakat menerimanya dengan tangan terbuka. Kemudian Prabu Kiansantang bermaksud menyebarkan ajaran agama Islam di lingkungan Keraton Pajajaran.

Setelah Prabu Siliwangi mendapat berita bahwa anaknya Prabu Kiansantang sudah kembali ke Pajajaran dan akan menghadap kepadanya. Prabu Siliwangi yang mempunyai martabat raja mempunyai pikiran. "Dari pada masuk agama Islam lebih baik aku muninggalkan istana keraton Pajajaran". Sebelum berangkat meninggalkan keraton, Prabu Siliwangi merubah Keraton Pajajaran yang indah menjadi hutan belantara. Melihat gelagat demikian, Prabu Kiansantang mengejar ayahnya. Beberapa kali Prabu Siliwangi terkejar dan berhadapan dengan Prabu Kiansantang yang langsung mendesak sang ayah dan para pengikutnya agar masuk Islam. Namun Prabu Siliwangi tetap menolak, malahan beliau lari ke daerah Garut Selatan ke salah satu pantai. Prabu Kiansantang menghadangnya di laut Kidul Garut, tetapi Prabu Siliwangi tetap tidak mau masuk agama Islam.

Dengan rasa menyesal Prabu Kiansantang terpaksa membendung jalan larinya sang ayah. Prabu Siliwangi masuk kedalam gua, yang sekarang disebut gua sancang Pameungpeuk. Prabu Kiansantang sudah berusaha ingin meng Islamkan ayahnya, tetapi Alloh tidak memberi taufiq dan hidayah kepada Prabu Siliwangi.

Prabu Kiansantang kembali ke Pajajaran, kemudian dia membangun kembali kerajaan sambil menyebarkan agama Islam ke pelosok-pelosok daerah, dibantu oleh saudagar arab sambil berdagang. Namun istana kerajaan yang diciptakan oleh Prabu Siliwangi tidak dirubah, dengan maksud pada akhir nanti anak cucu atau generasi muda akan tahu bahwa itu adalah peninggalan sejarah nenek moyangnya.

Sekarang lokasi istana itu disebut Kebun Raya Bogor. Pada tahun 1372 Masehi Prabu Kiansantang menyebarkan agama Islam di Galuh Pakuwan dan dia sendiri yang mengkhitanan orang yang masuk agama Islam. Tahun 1400 Masehi, Prabu Kiansantang diangkat menjadi Raja Pajajaran menggantikan Prabu Munding Kawati atau Prabu Anapakem I. Namun Prabu Kiansantang tidak lama menjadi raja karena mendapat ilham harus uzlah, pindah dari tempat yang ramai ketempat yang sepi.

Dalam uzlah itu beliau diminta agar bertafakur untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dalam rangka mahabah dan mencapai kema'ripatan. Kepada beliau dimintakan untuk memilih tempat tafakur dari ke 3 tempat yaitu Gunung Ceremai, Gunung Tasikmalaya, atau Gunung Suci Garut. Waktu uzlah harus dibawa peti yang berisikan tanah pusaka. Peti itu untuk dijadikan tanda atau petunjuk tempat bertafakur nanti, apabila tiba disatu tempat peti itu godeg/ berubah, maka disanalah tempat dia tafakur, dan kemudian nama Kiansantang harus diganti dengan Sunan Rohmat. Sebelum uzlah Prabu Kiansantang menyerahkan tahta kerajaan kepada Prabu Panatayuda putra tunggal Prabu Munding Kawati. Setelah selesai serah terima tahta kerajaan dengan Prabu Panatayuda, maka berangkatlah Prabu Kiansantang meninggalkan Pajajaran.

Yang dituju pertama kali adalah gunung Ceremai. Tiba disana lalu peti disimpan diatas tanah, namun peti itu tidak godeg alias berubah. Prabu Kiansantang kemudian berangkat lagi ke gunung Tasikmalaya, disana juga peti tidak berubah. Akhirnya Prabu Kiansantang memutuskan untuk berangkat ke gunung Suci Garut. Setibanya di gunung Suci Garut peti itu disimpan diatas tanah secara tiba-tiba berubah/ godeg.

Dengan godegnya peti tersebut, itu berarti petunjuk kepada Prabu Kiansantang bahwa ditempat itulah, beliau harus tafakur untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tempat itu kini diberi nama Makam Godog. Prabu Kiansantang bertafakur selama 19 tahun. Sempat mendirikan Mesjid yang disebut Masjid Pusaka Karamat Godog yang berjarak dari makam godog sekitar kurang lebih 1 Km. Prabu Kiansantang namanya diganti menjadi Syeh Sunan Rohmat Suci dan tempatnya menjadi Godog Karamat. Beliau wafat pada tahun 1419 M atau tahun 849 Hijriah. Syeh Sunan Rohmat Suci wafat ditempat itu yang sampai sekarang dinamakan Makam Sunan Rohmat Suci atau Makam Karamat Godog.

sumber :
ieu meureun nya nu jadi sabab, leungitna PRABU SILIWANGI teh! 
dan jadi kontroversi di kalangan masyarakat.  ;D

mungkin oge eta prabu siliwangi teh seorang tokoh sunda anu berwibawa, berjiwa pemimpin,keras,keukeuh panjeug.  seperti tentara siliwang  8)

ayeunamah urang salaku urang sunda lestarikeun we titinggal karuhun, harta karun anu kacida gede ajenna, budayana, adatna,kabiasaan na, turutan alusna tinggalkeun gorengna,
urang sunda kudu hade TATA, hade TITI, DUDUGA sareng PERYOGA.
SILIWANGI nyaeta saling mawa wangi, keur urang, keur ka batur, keur agama, jeung keur nagara......
jung geura miang, tong ngalieuk katukang, tong loba nyora, pageuhkeun akidah, nikmati jeung sukuran kahirupan nuaya.....

wassalam....  :P

 :umpeda: :umpeda: :umpeda: :umpeda: :umpeda:



« Last Edit: July 11, 2011, 11:21:14 PM by dhukhun »
MOAL WAKA MAKE SIGNATUR!

tahu_smd

  • Budak Riweuh
  • ***
  • Posts: 924
  • Jawara: -3
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #1 on: July 11, 2011, 11:41:01 PM »
Quote
Setelah Prabu Siliwangi mendapat berita bahwa anaknya Prabu Kiansantang sudah kembali ke Pajajaran dan akan menghadap kepadanya. Prabu Siliwangi yang mempunyai martabat raja mempunyai pikiran. "Dari pada masuk agama Islam lebih baik aku muninggalkan istana keraton Pajajaran". Sebelum berangkat meninggalkan keraton, Prabu Siliwangi merubah Keraton Pajajaran yang indah menjadi hutan belantara. Melihat gelagat demikian, Prabu Kiansantang mengejar ayahnya. Beberapa kali Prabu Siliwangi terkejar dan berhadapan dengan Prabu Kiansantang yang langsung mendesak sang ayah dan para pengikutnya agar masuk Islam. Namun Prabu Siliwangi tetap menolak, malahan beliau lari ke daerah Garut Selatan ke salah satu pantai. Prabu Kiansantang menghadangnya di laut Kidul Garut, tetapi Prabu Siliwangi tetap tidak mau masuk agama Islam.

Hampura nu ieu rada missed
Sekarang gini, benar prabu kiansantang memang ke mekah tpi itu atas petunjuk ayahnya yang telah berencana dengan sayidina Ali. Prabu Siliwangi itu cerdas dia sengaja menghindari anaknya bukan karena di kejar anaknya untuk memeluk agama islam , melainkan supaya  mengikuti jejak langkahnya dan di perjalanan mengejar ayahnya itu ada ilmu yang di turunkan oleh prabu Siliwangi kepada prabu Kiansantang secara tidak sadar dan dengan cara itulah prabu Siliwangi menurunkan ilmunya kepada prabu Kiansantang.
Memang prabu Siliwangi dulunya Hindu tapi hindu seperti apa dulu, jaman dulu belum ada islam di Indonesia tapi ajaran hindu dulu hampir sama dengan ajaran Islam yang adab hidupnya lebih tinggi.berbeda dengan hindu yang sekarang .
Sekarang prabu siliwangi sudah memeluk islam. Prabu Siliwangi kepincut dengan anaknya Syeikh Kuro logikanya gini, mana mungkin seorang syeikh memberikan anaknya kepada selain islam di situ ada bargain (tawar menawar) syeikh kuro memberikan pertanyaan kepada  prabu siliwangi dan jika terjawab maka syeikh kuro mempersilahkan putrinya untuk di pinang. Selama beberapa puluh tahun baru prabu siliwangi memnemukan jawaban dan akhirnya mengucapkan 2 kaliamat syahadat, maka di situ syeikh kuro mempersilahkan anaknya yaitu Subang larang atau ibu dari Prabu Kiansantang untuk di nikahi.dari sebelum prabu kiansantang lahir pun prabu siliwangi sudah memeluk islam..
 :-*
« Last Edit: July 11, 2011, 11:54:22 PM by tahu_smd »

deden jebred

  • Cybertroops Elite
  • *****
  • Posts: 4122
  • Jawara: -75
    • View Profile
    • http://zalfazahira.blogspot.com
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #2 on: July 12, 2011, 12:04:08 AM »
Hampura nu ieu rada missed
Sekarang gini, benar prabu kiansantang memang ke mekah tpi itu atas petunjuk ayahnya yang telah berencana dengan sayidina Ali. Prabu Siliwangi itu cerdas dia sengaja menghindari anaknya bukan karena di kejar anaknya untuk memeluk agama islam , melainkan supaya  mengikuti jejak langkahnya dan di perjalanan mengejar ayahnya itu ada ilmu yang di turunkan oleh prabu Siliwangi kepada prabu Kiansantang secara tidak sadar dan dengan cara itulah prabu Siliwangi menurunkan ilmunya kepada prabu Kiansantang.
Memang prabu Siliwangi dulunya Hindu tapi hindu seperti apa dulu, jaman dulu belum ada islam di Indonesia tapi ajaran hindu dulu hampir sama dengan ajaran Islam yang adab hidupnya lebih tinggi.berbeda dengan hindu yang sekarang .
Sekarang prabu siliwangi sudah memeluk islam. Prabu Siliwangi kepincut dengan anaknya Syeikh Kuro logikanya gini, mana mungkin seorang syeikh memberikan anaknya kepada selain islam di situ ada bargain (tawar menawar) syeikh kuro memberikan pertanyaan kepada  prabu siliwangi dan jika terjawab maka syeikh kuro mempersilahkan putrinya untuk di pinang. Selama beberapa puluh tahun baru prabu siliwangi memnemukan jawaban dan akhirnya mengucapkan 2 kaliamat syahadat, maka di situ syeikh kuro mempersilahkan anaknya yaitu Subang larang atau ibu dari Prabu Kiansantang untuk di nikahi.dari sebelum prabu kiansantang lahir pun prabu siliwangi sudah memeluk islam..
 :-*
source na, mang..?
memang ada yang mengatakan seperti itu..tapi kebenarannya perlu dibuktikan secara konkrit, bukan menyanggah..tapi ada baiknya kita bahas berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya  seperti dari para sejarahwan/wati..serta para ulama..aya nu bade nambihan ?

a-change

  • Cybertroops Elite
  • *****
  • Posts: 2501
  • Jawara: -30
  • Persib Nu Aing
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #3 on: July 12, 2011, 01:23:27 AM »
source na, mang..?
memang ada yang mengatakan seperti itu..tapi kebenarannya perlu dibuktikan secara konkrit, bukan menyanggah..tapi ada baiknya kita bahas berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya  seperti dari para sejarahwan/wati..serta para ulama..aya nu bade nambihan ?

bagaimana kita tanya langsung ke sumbernya dengan cara nyambat...?


kabooooooooooooooooooor

banned

  • 21 Guns
  • Administrator
  • Cybertroops Wannabe
  • *
  • Posts: 1435
  • Jawara: -7
  • Noi Siamo Noi
    • View Profile
    • idebodoh
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #4 on: July 12, 2011, 01:55:46 AM »
skip
Hirup mah heuheuy jeung deudeuh. Keur seuri cape seuri, keur ceurik cape ceurik.

atlantean

  • Budak Baonk
  • **
  • Posts: 322
  • Jawara: 1
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #5 on: July 12, 2011, 03:40:11 AM »
Wah dilema (dilamot ema2x =)))...masalahnya folklore bukan pembuktian ilmiah & logika. 1 sisi sejarawan kita kadang antipati sm folklore. Padahal banyak folklore yg jg bener. Saya lupa di kampung apa di sini yg  punya candi, konon sama persis sm candi di daerah jatim. Sejarawan saat itu ga percaya dan cenderung meremehkan cerita rakyat itu & ragu pengaruh Sunda sampai sejauh itu. Sampai akhirnya candi yg persis  sama ditemukan di jatim, sejarawan tercengang, dan penduduk kampung tersebut plg bilang tuh pan ceuk aing oge?! =))

Sementara soal Prabu Siliwangi dan pemaksaan Kian Santang dari beberapa versi yg saya dengar, secara pribadi saya memilih versi lain yg lebih logis. Yaitu ga pernah ada pemaksaan agama oleh Kian Santang. Kenapa?! logikanya kalo emang segitunya ya, kenapa perkembangan Islam di tatar Sunda ga dicegah dari awal? trus waktu belajar Islam pasti Kian Santang tahu benar bahwa paman Nabi juga non muslim hingga matinya, dan ga pernah sekalipun nabi melakukan pemaksaan. Sulit saya percaya Kian Santang melakukan perbuatan sebodoh itu.

Bisa jadi versi kejar2xan adalah karangan kolonialis saat itu untuk mencegah perkembangan Islam, karena kalo diliat, motifnya terlalu kuat ke arah sana. Coba aja liat tatanan budaya & kultur Sunda, secara logis, apakah mungkin? kalopun memang itu terjadi, seharusnya nama Kian Santang terlupakan dalam folklore Sunda.

Ada baiknya budayawan & sejarawan duduk bersama utk ngegali ini dari banyak sisi. Dan tuntut pengembalian benda cagar budaya Sunda dari universitas Leiden Belanda. Mesir berhasil ngembaliin banyak benda purbakalanya dan nganggep itu sebagai perampokan, kenapa kita ga bisa?!
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
(QS. An Nisa: 93)

dhukhun

  • Cybertroops Wannabe
  • ****
  • Posts: 1673
  • Jawara: -24
  • dirimu dirimu, diriku diriku
    • View Profile
    • http://indowarez.info
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #6 on: July 12, 2011, 04:26:00 AM »
Sementara soal Prabu Siliwangi dan pemaksaan Kian Santang dari beberapa versi yg saya dengar, secara pribadi saya memilih versi lain yg lebih logis. Yaitu ga pernah ada pemaksaan agama oleh Kian Santang. Kenapa?! logikanya kalo emang segitunya ya, kenapa perkembangan Islam di tatar Sunda ga dicegah dari awal? trus waktu belajar Islam pasti Kian Santang tahu benar bahwa paman Nabi juga non muslim hingga matinya, dan ga pernah sekalipun nabi melakukan pemaksaan. Sulit saya percaya Kian Santang melakukan perbuatan sebodoh itu.
:alus:
setelah maca artikel2 dari berbagai sumber,sauah rasa tidak ada pemaksaan agama oleh Kian Santang terhadap ayahnya, malah sayah menyimpulkan bahwa Prabu Siliwangi memang sudah memeluk islam sebeleum pernikahannya dengan Nyi Subang Larang, karena Nyi Subang Larang adalah santriwati Syeh quro (pendiri pesantren pertama di Jawa Barat, yaitu pesantren Quro di Tanjungpura, Karawang pada tahun 1428.)
asa teu mungkin Syeh quro menikahkan santriwatina dengan non muslim, apalagi Syeh quro seorang ulam besar.  ;D

Spoiler for Hiden:
Bisa jadi versi kejar2xan adalah karangan kolonialis saat itu untuk mencegah perkembangan Islam, karena kalo diliat, motifnya terlalu kuat ke arah sana. Coba aja liat tatanan budaya & kultur Sunda, secara logis, apakah mungkin? kalopun memang itu terjadi, seharusnya nama Kian Santang terlupakan dalam folklore Sunda.

satuju deui, mungkin ieu akal2an penjajah,
mereka bertujuan mengaburkan peran Islam dalam sejarah bangsa Indonesia karena keengganan menerima kenyataan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan cara-cara damai, di antaranya melalui pernikahan campuran, hidup penuh sikap toleran bersama-sama umat Hindu serta berpengaruh besar dalam pembentukan tatanan sosial dan kultural bangsa ini.

BTW Kang atlantean gaduh putra nu namina Kian santang tea nya?  =))
 :alus: :alus:
MOAL WAKA MAKE SIGNATUR!

ManusiaPohon

  • Cybertroops Elite
  • *****
  • Posts: 2171
  • Jawara: -21
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #7 on: July 12, 2011, 09:44:25 AM »
btw eta keraton pajajaran saaatosna di leungitkeun? di ayakeun dui teu?
berarti secara gaib eta aya keneh nya?
2+2=5

jell

  • Budak Riweuh
  • ***
  • Posts: 811
  • Jawara: -10
  • Total Loyal Royal
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #8 on: July 12, 2011, 04:07:21 PM »
ngiring nyimak...
Viking Farmasi

munhadi

  • Budak Riweuh
  • ***
  • Posts: 980
  • Jawara: 2
  • Support Your Local Talent
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #9 on: July 13, 2011, 02:38:48 AM »
nais inpoh gan
Sepandai - Pandai nya tupai melompat maka akan jatuh juga.
dan
Sepandai - pandai nya nyumputkeun duit ti pamajikan maka lama-lama akan kapanggih juga

sheedx

  • Budak Riweuh
  • ***
  • Posts: 517
  • Jawara: 0
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #10 on: July 13, 2011, 07:11:06 AM »
asa cik keneh urang maca thread di kas*us soal siliwangi teh, didinya urang maca prabu kian santang teh raja di salah sahiji kerajaan jin. tah ieu link na
http://www.ka**us.us/showthread.php?t=1046071
CMIIW  :persib:

atlantean

  • Budak Baonk
  • **
  • Posts: 322
  • Jawara: 1
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #11 on: July 13, 2011, 11:50:33 AM »
:alus:


BTW Kang atlantean gaduh putra nu namina Kian santang tea nya?  =))
 :alus: :alus:

muhun kang...naha seuri?! :P
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
(QS. An Nisa: 93)

doni r. hidayat

  • Budak Lehoan
  • *
  • Posts: 24
  • Jawara: 0
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #12 on: July 13, 2011, 09:21:43 PM »
deuh.. beuki reueus euy...  urang dikersakan janten urang sunda.. ;)

raya09

  • Budak Baonk
  • **
  • Posts: 447
  • Jawara: 0
  • hidup persib......
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #13 on: July 14, 2011, 10:06:35 PM »
 :alus: :alus:
persib

dumbqhlgns

  • Sundanese
  • Cybertroops Elite
  • *****
  • Posts: 2688
  • Jawara: -7
    • View Profile
Re: Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang (Putra Prabu SILIWANGI)
« Reply #14 on: July 14, 2011, 10:32:05 PM »
hmmm wah rame euy, can begitu ngiluan kana ceritana kiansantang, tapi aya beberapa nu saya mau ngasih pemikiran saya,

prabu siliwangi sendiri masih merupakan tokoh tanda tanya, beberapa orang ahli sejarah hanya mengatakan bahwa prabu siliwangi hanyalah tokoh sastra kepahlawanan masyarakat sunda, karena secara sejarahnya pun masih tanda tanya.

ada pemikiran kieu oge tentang prabu siliwangi:
silih = pengganti
wanginya = termasyur
artinya pengganti raja yang wafat di tragedi bubat.

ada 4 opsi siapa prabu siliwangi yang pernah saya baca:
1. sang niskala wastu kancana >> anak na linggabuana, raja nu meninggal di bubat
2. sri baduga maharaja padjajaran  >> raja pajajaran dan penguasa sunda-galuh karena turunan.
3. raja2 pengganti kerajaan setelah tragedi bubat semua disebut prabu siliwangi
4. Maharaja Linggabuana >> nah ieu ge disebut prabu siliwangi, ieu mah ceuk penulis sejarah jaman belanda 

silahkan pilih pilih kakaaaa.. hehehe..

sekian. hehehe.
« Last Edit: July 14, 2011, 10:35:31 PM by dumbqhlgns »
abdi mah jalmi bebas..